Dia datang tanpa diduga. Diam-diam, namun mengancam. Jika tidak waspada, keharmonisan rumah tangga yang menjadi taruhannya.
Wajah Ferdy terlihat tidak bergairah. Apalagi setiap sang istri, Maya, mengajak berbubungan seksual. Kalaupun mau, Ferdy melakukannya dengan malas-malasan dan dalam tempo yang relatif singkat. Sikap pria berumur 36 tahun ini sontak membuat hati istrinya bingung dan kecewa. “Apa yang salah pada diri saya?” pikir Maya.
Perubahan sikap Ferdy yang tiba-tiba menjadi dingin ini sudah dirasakan Maya satu bulan belakangan ini. Semula, wanita berkulit putih ini menduga suaminya memiliki WIL. Namun, kecurigaan tersebut dipatahkan mengingat tidak ada perubahan lain yang terjadi dalam rutinitas yang dilakukan Ferdy. Usut punya usut, ternyata Ferdy mengalami disfungsi seksual, dimana gairahnya telah menurun.
Setelah berbicara dari hati ke hati, mereka pun memutuskan untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli mengenai disfungsi seksual yang tengah dialami Ferdy. “Sebelum terlanjur dan berlarut-larut,” ungkap Ferdy singkat. Ferdy yakin bahwa kesadaran dan keinginan sendiri untuk sembuh merupakan faktor penentu sembuhnya disfungsi libodo yang tengah ia rasakan.
Benar saja, melalui konsultasi yang dilakukan, dapat diketahui pencetus terjadinya ganguan tersebut. Maka dalam waktu yang tebilang singkat, yaitu 6 bulan, gairah seksual Ferdy berangsur-angsur membaik. Keharmonisan rumah tangga yang diidamkan pun telah kembali mereka genggam.