Soimah - Sinden yang Sombong?
| WOMEN - ME LOVES HER |
Jika orang lain malu dan tidak ingin di cap sombong, lain halnya dengan Sinden Soimah. Wanita yang semakin dikenal lewat acara “Seger” di AnTV justru blak-blakan mengaku sombong. Baginya, sifat sombong, justru dapat memacu untuk terus bekerja dan menghasilkan yang terbaik. Mhhh, benarkah?
|
“Aku ini sombong, merasa bisa melakukan apapun yang orang lain juga bisa kerjakan. Tapi itu semua karena memang aku menyadari memiliki kemampuan. Bukan sekedar keingin dan ambisi saja. Untuk itu banyak hal yang ini saya capai,” ujarnya saat berbincang pada MEasia. “Tapi keinginan terbesar adalah membuat album dulu. Entah itu pop, dangdut, ataupun genre lainnya. Tapi saya tidak akan menghilangkan cirri khas saya sebagai seorang sinden,” tandas wanita jebolan Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ini mantap. |
Sayangnya, keinginan tersebut masih belum dapat terealisasi tahun ini akibat padatnya jadwal program “Seger” dan banyaknya jadwal untuk menjadi bintang tamu di berbagai program. “Mudah-mudahan, tahun depan satu-satu bisa saya jalankan. Meskipun banyak yang ingin saya kerjakan,saya bukan tipe wanita yang ngoyo. Jadi, pelan-pelan saja.” Ibarat dua mata sisi uang, sinden dan Soimah memang sudah tidak dapat terpisahkan dan berbeda. Ya, saat berada di atas panggung, Soimah mengaku karakternya bisa berubah 100%. Pasalnya, Soimah yang kerap Anda lihat di layar kaca dengan karakternya bak bola bekel yang tidak bisa diam serta ceriwis, tidak akan bisa dilihat mana kalai ia berada di rumah. “Kalau di rumah saya pendiam, jarang nomong, kalau belu di tutok, ya tidak ngomong. Tapi kalau lagi di panggung, ya berbeda. Bahkan saat di Jogja saya punya julukan sendiri, Dewi lantak Langit, maksudnya orang yang galak, dan cantas, hahahaha.” |
Apalagi dengan menjadi sinden ia mendapatkan kepuasan yang tidak bisa didapatkan lewat apapun juga. “Bangga jadi sinden, karena dapat kembali mengenalkan pada dunia luar music langgam serta senita karawitan. Apalagi anak muda sekarang jarang ada yang nyinden. Dulu, profesi sinden juga banyak dipandang sebelah mata. Ada yang beranggapan sinden pasti ada “main” sama dalang, karena semalam suntuk duduk di wayang,” paparnya lagi. Bahkan image buruk dari pesinden pernah membuahkan hasil dirinya di tawar hingga 1 M hanya untuk menemani lelaki hidung belang! Mendengar betapa tinggi harga yang ditawarkan untuknya, Soimah saja sampai bergidik. “Jumlah uang yang tidak pernah saya bayangkan kapan bisa memilikinya,” ujarnya sambil tertawa geli. Meski begitu, wanita murah senyum ini tidak pernah tergoda. Ibu dua putera ini ingin membuktikan bahwa sinden bukalah wanita yang murah yang bisa dibeli dengan uang. Keputusannya menjadi sinden merupakan bukti kecintaannya pada dunia seni. Bakat yang telah ditulari kedua orang tuanya dan akan terus mengalir deras dalam darahnya |
Text : Adisty Sulaeman - Photographer : M.I Mappasenge - VOL 115 - 2010