Sheila Marcia - Sisi Bening
| WOMEN - ME LOVES HER |
Ketika banyakwanita selalu mengandalkan sosokpria dikehidupannya, Sheila Marcia justru sebaliknya. Wanita ini mampu membuktikan bahwa dirinya bisa hidup di atas kakinya sendiri.Life must go on. Hal inilah yang mampu menggambarkan kehidupan Sheila Marcia saat ini.Setelah melewati beragam peristiwa sulit beberapa waktu lalu, dirinya kini telah bangkit kembali. Memperlihatkan pada dunia bahwa dirinya tidak dapat dipandang sebelah mata.
|
Di pentas tarik suara, single bertajuk “Malaikat Kecilku” pun menjadi salah satu bukti bahwa dirinya masih memiliki potensi. udah-mudahan masyarakat dapat melihat aku yang sekarang, Sheila yang memiliki karya, bukan Sheila yang kemarin. Aku ingin mengubur kekelaman dan kesalahan yang pernah aku buat, dengan cara berkarya,” ujarnya dengan nada optimis. Meski begitu, katanya, ia toh akan menjadi Sheila yang apa adanya. “Lebih baik menjalani hidup ini dengan kejujuran dari pada kemunafikkan, bukan?” Promo single-nya, Sheila menuturkan telah melakukan promo ke beberapa daerah, seperti Bogor dan Bandung. “Waktu itu bahkan sampai promo ke 11 radio Bandung. Wah capek! Tapi seru banget, karena nggak terlupakan. Selain itu aku juga ikut isi acara musik di beberapa televisi,” tuturnya sambil tersenyum. Bagi Sheila, single tersebut memiliki arti tersendiri dimana ia menganggapnya sebagai sebuah keajaiban. “Maksudnya single itu seperti datang dari Tuhan karena sama sekali tanpa perencanaan. Setelah apa yang aku alami kemarin, ternyata aku masih diberi kesempatan untuk menyanyikan lagu ini”. Selain disibukkan dengan promosi single perdananya, wanita kelahiran Malang, 3 September 1989 ini sedang enjoy dengan status barunya sebagai seorang ibu dari Leticia Charlotte Agraciana Joseph. “Wah, seru banget ngurus Leticia, kalau sedang main dengannya aku pun bersedia jadi badut untuknya, hahaha” ungkapnya. Berbicara soal laki-laki, wanita yang terpilih menjadi Duta Anti Aborsi ini mengaku tidak mau terburu-buru nemambatkan hatinya. Ia tidak ingin salah langkah. Apalagi saat ini ia tidak hanya memilih untuk dirinya sendiri. Ada sang buah hati, Leticia yang harus diperhitungkan. “Kalaupun kelak aku menemukan jodoh, aku berharap masih tetap bekerja. Aku ingin punya pegangan sendiri, berupaya tidak menggantungkan keseluruhan hidup pada pasangan,” ungkapnya. Di kantor MEasia, Sheila bercerita mengenai kesibukannya serta pandangannnya terhadap laki-laki. Berikut petikannya… Bisa ceritakan bagaimana kamu dapat single lagu “Malaikat Kecilku”? Ceritanya, mas Pepep drummer ST12 menciptakan lagu itu untuk anaknya. Saat istrinya melihat aku di TV, istrinya bilang kalau lagu tersebut cocok buat aku. Mereka lalu menghubungi dan kemudian bertemu mama. Ketika lagu “Malaikat Kecilku” diperdengarkan, aku dan mama langsung nangis. Dan, kami pun menerima tawaran itu. Setelah mengeluarkan single, ada rencana membuat album? Itu memang salah satu cita-cita aku. Tentu ingin sekali punya album, tapi bikin album itu kan perlu banyak materi dan butuh waktu yang cukup lama. Jadi, rencana bikin album nanti saja dulu. Aku perlu persiapkan diri, di antaranya belajar nyanyi. Aku pikir, kalau memang ada bakat nyanyi lalu diasah hasilnya tentu akan lebih baik bagus. Andai terwujud, konsepnya mau seperti apa? Lagunya tidak mellow semua, tetapi ada yang up beat. Aku sendiri suka R & B. Jadi konsepnya, be myself saja, dan yang bisa diterima di masyarakat, tentunya. Jangan-jangan sudah persiapan bikin lirik sendiri nih? Hehehehe.., itu perlu dipelajari. Aku ingin bisa menulis lirik sendiri. Tapi kalaupun tidak bisa, yah pakai lagu orang lain saja. Siapa musisi yang ingin diajak kolaborasi? Semua musisi inginnya aku ajak kerja bareng, biar ramai, hahaha. Ok. Setelah kamu melewati masa sulit kemarin ini, kamu kembali ke dunia entertainment. Boleh tahu, apa yang bikin kamu kembali ke dunia entertainment? Aku tidak pernah bilang kalau aku tidak akan balik ke dunia ini lagi. Hanya saja, banyak teman-teman wartawan hiburan yang menulis dan memberikan narasi seperti itu. Aku hanya menjalani hidup, tidak pernah tahu kedepannya hidup ini seperti apa, termasuk kembali atau tidaknya ke dunia hiburan. Ketika Tuhan mengembalikan jalan aku di dunia aku semula, tentu aku senang banget. Kalaupun tidak, aku percaya pasti ada rencana yang jauh lebih indah buat aku. Makanya, ketika aku mendapatkan tawaran single ini, ini benar-benar suatu keajaiban. Jika sudah tidak di dunia entertainment lagi, kira-kira mau ngapain? Nah, aku juga bingung mau ngapain. Kalau tidak melakukan apa-apa, pasti pusing juga. Hmmm, mungkin berbisnis, tapi aku masih tidak tahu berbisnis apa. Sepanjang alu menjalani kehidupan, kegiatan yang aku kenal dan geluti adalah di dunia hiburan. Tapi, dalam hidup ini tidak ada yang mustahil, dan aku menjalani saja. Kita di dunia entertainment tentu ada batasnya, tidak bisa digantungkan untuk selamanya, sama seperti laki-laki. Tidak bisa digantungkan dan diandalkan, hahahaha. Jadi curhat nih … |
Hahaha, Tidak apa-apa, kok. Ngomong-ngomong, pengalaman apa sih yang kamu petik saat berada di hotel prodeo? Hidup itu terlalu indah untuk dirusak. Aku berada di sana akibat kesenangan sesaat dan kebodohan aku. Yang membuat aku harus jauh dari mama, keluarga, dan tidak bisa ngapa-ngapain, benar-benar membuang waktu. Tentu aku sempat stres, dan aku berpikir, “gila ya, kenapa dulu itu aku tidak berpikir sejauh ini?” Ada yg disesali dari peristiwa tersebut? Menyesali itu percuma. Tinggal lagi bagaimana aku memperbaiki ini semu ke depannya. Hanya saja, di balik peristiwa itu aku merasakan rencana indah dari Tuhan. Menurut aku, ini juga proses pembelajaran dan pendewasaan. Aku tidak menjadikan masa lalu sesuatu masa harus bikin stres dan bikin down. Jadi, ketika berada di “dalam”, kamu kuat? Jangan bilang saat di dalam aku baik-baik saja, di sana aku stres dan menangis. Sampai aku merasa kalau aku seperti perempuan busuk sekali. Kondisinya parah sekali waktu itu, sampai aku membenci diri sendiri. Mereka yang di luar saja tidak tahu. Sampai akhirnya aku berdoa sambil menangis, saat itu sepertinya aku dapat petunjuk kalau aku harus memaafkan diri sendiri. Tuhan saja mau memaafkan umatnya yang salah, kenapa aku tidak bisa? Dan sekarang kamu seperti lahir kembali? Ya, aku ingin hidup yang lebih baik. Terserah deh orang lain mau bilang aku wanita yang penuh kepalsuan, munafik atau apalah, yang terpenting Tuhan tahu hati aku seperti apa. See, I’am here now, masih mendapatkan dukungan orang-orang, karena aku yakin pasti masih ada jalan. Menurut aku, lebih Bukan berarti aku menyetujui tindakan hamil di luar nikah. Tapi, kita sudah di kasih tanggung jawab, take it or leave it. Mungkin kalau aku lari dari tanggung jawab, hidup aku tidak akan seperti saat ini dan bisa-bisa makin kacau. Tapi dengan adanya anak, semuanya lebih baik karena Tuhan selalu memberi jalan. Semua di luar logika aku. baik satu dunia membenci kamu tapi Tuhan mencintai kamu, dari pada satu dunia mencintai kamu tapi Tuhan membenci kamu. Hal itulah yang aku terus pegang. Jadi terserah orang mau mikir apa… Karakter kamu seperti apa sih? Hahaha, bisa dilihatkan seperti apa? Sheila adalah Sheila. Tapi, bukan berarti aku memakai narkoba, lantas aku cuek. Tidak begitu. Meskipun aku salah, aku mau mengakui dan ingin menjadi orang yang lebih baik. Aku orang yang apa adanya, ceplas ceplos, dan tidak pernah bisa jaim. Termasuk di depan pria yang lagi pendekatan, ya nyablak saja. Suka atau tidak, itulah aku. Ceritakan dong, bagaimana kamu bisa diangkat jadi duta anti aborsi? Ceritanya panjang banget. Saat hamil, dan tidak ada bapaknya, aku benar- Cinta itu bukan untuk dicari, tapi untuk berbagi. Kalau mencari cinta, justru yang ada hanya menuntut dan tidak menerima apa adanya. Dengan berbagi, cinta justru akan bertambah dan everlasting.benar dalam kondisi sulit. Ada di penjara, tidak kerja, tidak bisa membayangkan bagaimana caranya membiayai persalinan. Anyway, ada orang dari RS Harapan Bunda. Awalnya aku tidak mau bertemu karena berpikir, mau apa lagi nih orang? Aku sempat skeptis. Mental aku sudah tertekan, sehingga kalau melihat orang lain rasanya sudah mau sewot saja. Hingga akhirnya, aku mau juga menemui setelah kepala rutan harus memanggil aku. Ternyata mereka menawarkan persalinan gratis. Mereka jugalah yang menunjuk aku sebagai duta aborsi. Dengan dipilih menjadi duta aborsi, apa yang bisa kamu lakukan? Sampai sekarang masih ada orang yang aborsi dengan berbagai macam alasan. Aku sendiri, mikirnya anak itu anugrah dari Tuhan, jadi kenapa tidak kita rawat dan jaga? Bukan berarti aku menyetujui tindakan hamil di luar nikah. Tapi, kita sudah di kasih tanggung jawab, take it or leave it. Mungkin kalau aku lari dari tanggung jawab, hidup aku tidak akan seperti saat ini dan bisa-bisa makin kacau. Tapi dengan adanya anak, semuanya lebih baik karena Tuhan selalu memberi jalan. Semua di luar logika aku. Kamu sendiri, sempat terpikir untuk aborsi? Tidak sama sekali! Sekarang kalau melihat Leticia, aku suka nangis. Tidak habis pikir sama orang yang tega aborsi anaknya. Mereka tidak berpikir akan ada bayi mungil yang tumbuh cantik dan pintar. Ohya, saat mengetahui telah mengandung, apa reaksi pertama kamu? Waktu itu aku lagi foto, dan merasa gendut. Terlebih aku tidak datang bulan. Aku pikir, wah ada yang tidak beres nih. Aku curiga, langsung tanya ke kakak aku yang memang sudah hamil, dan kirim foto pinggul aku. Saat itu, kakak bilang lebih baik aku periksa ke dokter karena pinggul sudah besar. Bagaimana kamu menyampaikan ke orang tua, terutama mama? Sama mama, bahkan aku langsung ngomong, “Mom, I did this with him, and I think I’m pregnant. But, I don’t know, so tolong temenin Sheila beli test pack.” Jadilah kita berdua cari test pack jam 6 pagi. Saat itu aku juga langsung berdoa, “Apapun yang terjadi pasti ini jalan-Mu, ampun Tuhan, ampun Tuhan…” |
Kalimat pertama saat melihat test pack positif? Mom, I wanna keep my baby, no matter what happens. Boleh tahu, apa reaksi mama kamu saat itu? Reaksi seorang ibu, emosi dan marah. Aku langsung bilang, “Ok, kalau mama tidak mau terima cucu mama, Sheila akan pergi dan akan membesarkannya seorang diri.” Saat itu mama langsung peluk aku dan memberi dukungan. Lantas, tidak berkeinginan menikah? Untuk saat ini belum, tapi entahlah ke depannya. Tentu mau, hahaha... Yang jelas sebenarnya aku ingin sekali bertemu seseorang yang bisa berbagi dengan aku. Tapi semua kan tergantung jodohnya. Yang jelas aku sangat merindukan kasih sayang seorang laki-laki, yang tentunya juga bisa mencintai anakku. Jadi, masih percaya dengan sebuah komitmen? Sampai sekarang aku percaya kok. Tapi mungkin belum saatnya saja buat aku. Sosok pria di mata Sheila? Seseorang yang bisa menjaga dan melindungi wanita adalah sosok yang pantas disebut pria, bukan seseorang yang mempermainkan dan memanfaatkan wanita. Kalau yang seperti itu pantasnya disebut banci. Pernah membayangkan hidup tanpa laki-laki? Huh, jangan sampai, hahaha... Yang jelas, aku sangat merindukan papa aku. Saat bercanda, saat melindungi, seorang laki-laki yang penting di kehidupan aku adalah papa. Sebenarnya aku sangat butuh sosok papa. Kamu termasuk wanita yang cepat jatuh cinta ya? Aku sangat lemah di depan laki-laki yang bisa ngemong dan memanjakan aku. Pria yang seperti itulah yang bisa bikin aku meleleh. Aduh, rasanya gimana gitu... Tapi sekarang tentu berbeda kondisinya, aku harus bisa membatasi diri karena itu bisa bagus dan bisa juga buruk buat aku. Bisa definiskan arti cinta? Cinta itu bukan untuk dicari, tapi untuk berbagi. Kalau mencari cinta, justru yang ada hanya menuntut dan tidak menerima apa adanya. Dengan berbagi, cinta justru akan bertambah dan everlasting. Jadi kalau aku punya suami, aku ingin berbagi cinta dan kasih sayang dengan dia. Hal tersulit menjadi single parent? Aku harus bisa memposisi diri jadi ibu sekaligus ayah buat Leticia. Arti Leticia buat kamu… Dia segalanya buat aku… dia hidup, cinta, darah, buah hati. Aku tidak bisa ngucapin dengan kata-kata. Tapi setiap melihat wajahnya, aku merasa dia adalah malaikat kecil aku, sama seperti single aku. Mungkin ini seperti apa yang mama rasakan juga ke aku. Aku jadi ingat, dulu mama sering bilang, nanti suatu saat kamu juga akan merasakan besarnya cinta dan kasih sayang seorang ibu untuk anaknya, dan ternyata itu benar. Ke depannya pasti waktu itu akan datang, jadi aku harus siap membiarkan dia hidup mandiri. Momen seperti apa sih yang bikin kamu sedih? Saat sendiri, aku ingin punya seseorang untuk berbagi. Sudah merasa bahagia? Dunia ini semu. Tidak ada kebahagiaan yang datang secara terus menerus dan tidak ada kesedihan yang datang terus menerus. Jadi hidup harus dinikmati saja. Arti bahagia buat kamu? Menurut aku kebahagiaan yang sebenarnya dan kekal hanya ada di atas. Ya suatu saat kita baru akan mendapatkannya. Yang jelas buat aku hidup ini ibarat permainan, kita harus perang dulu sampai akhirnya bisa mendapatkan kebahagian yang kekal. Jadi jangan harap deh kalau nanti saat sudah tua bisa senang-senang dan hidup santai. Kenyataannya, tidak ada yang seperti itu. Masalah itu akan terus mengikuti. Jika dilahirkan kembali, ingin menjadi siapa? Sheila. Tidak ingin jadi siapa-siapa lagi. Tuhan menciptakan kita dengan porsi yang pas. Kalau memberi masalah, ya akan sesuai dengan kekuatan yang kita punya. Jadi ya sudahlah… Perbedaan Sheila sekarang dengan Sheila yang dulu? Aku sih tidak tahu apa bedanya, mungkin mama yang lebih tahu. Ya itulah, mungkin karena aku tidak bisa berpura-pura dan apa adanya. Hanya saja sekarang, omongan aku lebih terjaga dan tidak sembarangan. Kalau dulu no control, hahaha... Ngomong-ngomong, kamu merasa seksi nggak sih? Nggak, biasa aja. Aku heran juga, kalau orang lain saat tampil di televisi memakai busana mini tidak apa-apa, sedangkan aku pasti diprotes. Apa salah aku? Memangnya kenapa sih? Hahahaha, mungkin karena aura kamu sudah seksi. Nah, momen apa yang membuat kamu merasa seksi? Saat memakai high heels. Kalau nggak pakai, aku nggak percaya diri, hahaha... Bagian tubuh mana yang kamu rasa paling seksi? Aku suka mata karena saat melihat orang lain, tatapan mata aku dalam. Sama pantat Beyonce aku, hahahaha... Aku sangat lemah di depan laki-laki yang bisa ngemong dan memanjakan aku. Pria yang seperti itulah yang bisa bikin aku meleleh. Aduh, rasanya gimana gitu... |
Text : Adisty Sulaeman - Photographer : M.I Mappasenge - VOL 116 - 2010