The Classic Community - Back to Classic
| LIFESTYLE - COMMUNITY |
Klasik bukan berarti jadoel (jaman doeloe) lho... Ternyata di era yang serba digital, masih ada-ada orang-orang yang masih menghargai nilai-nilai estetika dan sejarah produk budaya jaman ABG (angkatan babe gue) atau malah jaman kakek-neneknya.
| Bermula dari kegemarannya terhadap pernak-pernik aksesoris perempuan, Citra Aisyah, bersama adiknya membentuk Komunitas Klasik Indonesia. Komunitas yang mengumpulkan para penggemar dan kolektor produk-produk klasik dibawah tahun 80-an. Mulai dari barang-barang fashion, alat transportasi, musik, film, makanan sampai bangunan sejarah tempo dulu. “Kita mengkhususkan pada kebudayaan Indonesia,” ulas Citra. Produser di sebuah radio Jakarta ini, senang sekali mengumpulkan barang-barang fashion keluaran jaman neneknya masih muda. Menurutnya barang-barang tersebut punya daya tarik tersendiri yang takkan kusam oleh waktu. |
Dia benar-benar memanfaatkan waktunya dengan baik jika berlibur ke rumah nenek di Jawa Timur, untuk meminta diwariskan barang-barang sang nenek. Padahal orang tuanya sendiri tidak terlalu fanatik dengan barang-barang dari jamannya. Namun, kebetulan si adik juga tertarik pada hal klasik, khususnya film-filmnya. Keisengan dua bersaudara ini menggagas grup di Facebook, ternyata direspon positif beberapa teman-temannya hingga beranggotakan 100 orang lebih. 28 Juni 2009 kopi darat pun dilangsungkan sekaligus pertemuan perdana KKI. |
Janjian di Museum Gadjah, naik sepeda onthel keliling kota, hingga numpang kongkow di perahu phinisi KLMPearl. “Kami juga mengadakan diskusi, sekali-sekali kami undang budayawan, pemain teater. Pertemuan reguler biasanya sebulan sekali, kumpul-kumpul pengurus,” ujar perempuan yang paling suka tahun ‘60. Sedangkan soal keanggotaan, KKI tidak membatasi umur dan profesi. “Yang penting cinta Indonesia, suka yang klasik dan suka kumpul,” tutur Citra. |
Text : Immanuel T - Photographer : Citra Aisyah - VOL 115 - 2010