WOMEN - COVER STORY

111-Debby-Aura-1Seorang Debby Aura, yakin dirinya sudah jadi panutan. Pasalnya, profesi model yang digelutinya, menurut dara peranakan Manado Sunda ini adalah profesi panutan. “Orang percayakan sesuatu kepada kita, kan artinya kita dianggap layak jadi panutan buat produk mereka, bukan?” ujar cewek berkulit putih ini beretoris.

Secara professional, Debby—begitu dia biasa disapa—baru benar-benar memutuskan berkarir di dunia modeling sekitar 3 bulan. ”Tapi untuk pemotretan, saya sudah mulai lakukan setahun silam,” ujar lajang kelahiran Bandung, 7 September 1985 ini kalem.

 

Secara jujur, Debby mengaku, disiplin adalah persoalan yang harus diatasinya. ”Saya sedang belajar keras untuk menjadi disiplin. Soalnya, saya termasuk sering ngaret kalo pemotretan,” akunya sambil terkekeh. Aha, ternyata fotografer majalah ini pun pernah terpaksa menunggu kedatangan­nya yang terlambat dari jadwal.

Belajar disiplin juga lantaran dirinya pernah ‘disemprot’ gara-gara terlambat datang dalam sebuah fashion show. ”Gara-gara macet, padahal saya sudah berangkat beberapa jam sebelumnya, loh. Tapi tetap saja terlambat,” kenang anak per­tama dari 3 bersaudara ini.

Debby tak membantah kalau dunia yang dipilihnya ini membuat dirinya rentan dengan tudingan dan godaan. ”Tergantung kita menyikapinya sih mas,” elaknya sembari bercerita pernah ditawar seorang laki-laki dengan harga berapa pun. ”Tapi saya tolak baik-baik. Meski awalnya dia sempat marah, tapi akhirnya bisa luluh juga.”

111-Debby-Aura-2

Godaan demi godaan memang datang bertubi-tubi. Hal itu diakui oleh pemilik tinggi 169 cm dan berat 49 kg ini. Dan kalau akhirnya Debby tergoda, rasanya bukan hal aneh juga. ”Hehehe... Mas ini bisa aja mancingnya,” celetuknya sembari men­gaku sedang dekat dengan seorang pria yang jauh lebih tua dari dirinya. ”Saya suka pria oriental,” tegasnya.

Pria itulah yang membuatnya terbuai. ”Dia mengerti bagaimana mengambil hati seorang perempuan,” pujinya sembari bercerita mereka pernah bercinta di ruang tamu apartermennya, sementara di kamar sebelahnya ada kawan-kawan mereka yang menginap. ”Sensasinya itu loh.”

Sensasi lain yang dinikmat­inya adalah berkencan dengan pria beristri. ”Wah, mereka tahu cara meman­jakan perempuan,” tukas model yang mengaku cepat terangsang ketika dipeluk dari belakang.

Tak menyalahkan dunia model, tapi dunia inilah yang diakuinya membuat dia memilih drop-out dari salah satu kampus disain di Band­ung. ”Selain karena saya tidak sreg dengan jurusan­nya, juga lingkungan saya membuat saya malas untuk meneruskan kuliah,”aku perempuan yang sempat mengambil jurusan disain interior ini.

Model : Debby Aura - Photographers: Baldwin & Rifandy - Text: Djoko Moernantyo
Make Up : Vino Vatinama (081322378326) & Location: Lunar Lounge - Pondok Indah
VOL 111 - 2010