FEATURES - SEX

Mendongkrak Vitalitas Pria Disfungsi ereksi, impoten, dan gangguan disfungsi ejakulasi merupakan momok yang menakutkan bagi kaum Adam. Termasuk Anda bukan? Tidak perlu khawatir, dengan terapi ozon, mimpi buruk tersebut bisa Anda hilangkan. Vitalitas tinggi hingga mencapai orgasme yang didambakan pun segera Anda raih.

 

084-085 SEX ME108-REV-1

Sudah beberapa bulan belakan­gan ini wajah Wahyu (sebut saja begitu) terlihat begitu mu­ram. Gairah hidupnya seakan lenyap tertiup angin. Maklum saja, sejak kehilangan pekerjaan satu tahun yang lalu, pria berusia 30 tahun ini mengalami stress berat yang berujung depresi. Mau tidak mau, hal ini pun ber­pengaruh pada urusan ranjang. Tidak ingin hidup dalam mimpi buruk yang berkepanjangan, Senja, wanita yang telah ia nikahi selama 5 tahun, meng­gali berbagai informasi guna membantu memulihkan kondisi pria yang ia cintai. Hingga pada suatu hari, Senja dan Wahyu mendapatkan informasi dari rekan sejawatnya mengenai terapi ozon. Lewat terapi ozone, masalah disfungsi ereksi yang tengah menimpa Wahyu dapat disembuhkan. Terapi ini sendiri merupakan pen­gobatan yang diperkenalkan di Jerman sejak tahun 1951, oleh Dr. Albert Wolf. Awalnya, pengobatan dengan ozon yang dikenal sebagai terapi ozon bio-oxidative ini digunakan untuk menan­ gani berbagai penyakit kulit. Bahkan, selama Perang Dunia I di Jerman, ozon telah digunakan untuk menangani luka dan infeksi yang disebabkan kuman anaerobic.

 

Dr. Mulyadi Tedjapranata, seksolog sekaligus anggota Indone­sian Association for Ozone Therapy menjelaskan bahwa ozon merupakan gas yang sangat reaktif. Jika diberikan dengan cara dan dosis yang tepat, maka ozon akan melepaskan energi photon yang sangat bermanfaat untuk manusia. Bahkan tidak saja untuk berfungsi mengobati gangguan masalah seksual, namun sekalgus pencegahan penyakit berbahaya seperti tumor, kanker, HIV.

“Seiring berjalannya waktu, kegu­naan ozon semakin meluas. Bahkan sejak tahun 1950, terapi konvensional sudah mulai dibantu dengan ozon untuk menangani kanker. Si tahun 1990 diperkirakan 8000 dokter, ahli naturopati dan homeopati di Jerman telah menggunakan ozon dalam praktik mereka,” terang salah satu pakar terapi ozon ini.

Berkaitan dengan masalah disfungsi ereksi, di mana seorang pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi penis untuk melakukan senggama yang memuaskan, dr. Mulyadi mengungkapkan bahwa pengobatan DE lewat terapi Ozon membutuhkan waktu selama 10 minggu dengan interval 1 minggu. ”Biasanya disertai sexual counseling meliputi sex therapy, psy­chosexual therapy dan marital therapy. Karena pada dasarnya banyak pria yang tidak berani dan malu mengungkapkan masalah yang mereka tengah derita”.

Proses Penyembuhan

Dr. Mulyadi mengungkapkan, pros­es penyembuhan dengan terapi ozone harus didukung dengan pola hidup yang sehat, dimulai dengan tidak merokok, mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang serta olahraga rutin akan memaksimalkan penyembuhan.

Pasalnya, pola hidup yang tidak se­hat ditambah lagi dengan polusi udara di kota besar layaknya, Jakarta mampu menimbulkan zat beracun dan radikal bebas menumpuk dalam tubuh. Alhasil, kadar oksigen dalam darah yang diperlu­kan tubuhpun menjadi berkurang.

“Nah, dengan terapi ozon, molekul-molekul ozone ini setelah berikatan di dalam darah akan melepaskan energi photon untuk menyediakan rangsangan electrovoltaic yang berfungsi menyehat­kan sel tubuh kita karena oksigen dalam darah dapat bertambah,” ungkapnya.

Dokter yang membuka terapi ozon di kliniknya dibilangan Kemayoran ini men­jelaskan bahwa proses penyembuhan lewat terapi ozon ini sendiri sebenarnya tergantung dari penyebab gangguan seksual. Misalnya terjadi abibat fisik atau psikologik, berapa lama gangguan sek­sual itu telah terjadi serta jenis gangguan seksualnya.

Minimnya dampak negatif yang ditimbulkan akibat terapi ozen ini telah dibuktikan lewat laporan dari The Ger­man Medical Society yang mencantum­kan dari 384.775 pasien yang telah dio­bati dengan ozon, dengan total 5.579.238 aplikasi, ternyata dari pengamatan mereka tingkat efek samping per aplikas­inya hanya 0.0000051. “Ini merupakan tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dibanding pengobatan yang lain. Mung­kin efek samping yang dirasakan hanya sebatas alergi, mual, atau rasa sakit perut,” ungkapnya. Adisty

Darah yang telah mengalami bio-oxidative warnanya terlihat lebih merah cerah karena kandungan oksigennya lebih banyak.
Begitu pula radikal bebas serta ber­bagai sampah me­taboliknya telah dinetralkan
Beberapa Metode Ozone Bio-Oxidative pada Disfungsi Seksual :

1. MAJOR AUTOHEMOTERAPY (AHT)

Merupakan metode pemberian ozon yang telah dilakukan sejak tahun 1960-an, di mana sekitar 150 cc darah dikeluarkan dari pembuluh darah balik. Lalu segera diberi ozon dengan konsen­trasi 27-40 mcg/ml. Setelah jenuh dengan ozon yang ditandai dengan perubahan warna darah, menjadi merah cerah segera di masukkan ke dalam pembuluh darah balik. Ini dilakukan 1-2 kali seminggu. Pada pasien dengan DE memerlukan terapi lebih dari 20 kali.

2. POLYATOMIC APHERESIS (PA atau Re-Circulataory Autohemo Perfusion)

Ini merupakan metode bio-oxidative terbaru dengan menggunakan poly atomic oxygen (cam­puran O2 O3 O4 O5) maka molekul-molekul ini setelah berikatan di dalam darah akan melepas­kan energi photon untuk menyediakan rangsangan electrovoltaic yang berfungsi menyehatkan sel tubuh kita (philio-electric exchange) yang memungkinkan medical ozone dapat diberikan secara optimal dan aman ke dalam 4-6 liter darah di luar tubuh. Caranya dengan mengambil darah dari pembuluh darah balik di lengan, lalu dialirkan ke dalam tabung dialiser yang khusus untuk diberi medical ozone sesuai dengan kebutuhan, lalu di kembalikan lagi ke dalam pembuluh darah balik lengan lainnya. Dengan kecepatan aliran 90 cc per menit, maka dalam waktu satu jam dapat dit­erapi sejumlah 5400 cc darah .Darah yang telah mengalami bio-oxidative warnanya terlihat lebih merah cerah karena kandungan oksigennya lebih banyak. Begitu pula radikal bebas serta berbagai sampah metaboliknya telah dinetralkan .

3. VACUUM SUCTION THERAPY

Meliputi penggunaan pompa vacuum yang dipasang pada penis dan dialiri ozon dengan konsen­trasi tertentu selama 15 menit