Terapi Ozone
| FEATURES - SEX |
Mendongkrak Vitalitas Pria Disfungsi ereksi, impoten, dan gangguan disfungsi ejakulasi merupakan momok yang menakutkan bagi kaum Adam. Termasuk Anda bukan? Tidak perlu khawatir, dengan terapi ozon, mimpi buruk tersebut bisa Anda hilangkan. Vitalitas tinggi hingga mencapai orgasme yang didambakan pun segera Anda raih.
Sudah beberapa bulan belakangan ini wajah Wahyu (sebut saja begitu) terlihat begitu muram. Gairah hidupnya seakan lenyap tertiup angin. Maklum saja, sejak kehilangan pekerjaan satu tahun yang lalu, pria berusia 30 tahun ini mengalami stress berat yang berujung depresi. Mau tidak mau, hal ini pun berpengaruh pada urusan ranjang. Tidak ingin hidup dalam mimpi buruk yang berkepanjangan, Senja, wanita yang telah ia nikahi selama 5 tahun, menggali berbagai informasi guna membantu memulihkan kondisi pria yang ia cintai. Hingga pada suatu hari, Senja dan Wahyu mendapatkan informasi dari rekan sejawatnya mengenai terapi ozon. Lewat terapi ozone, masalah disfungsi ereksi yang tengah menimpa Wahyu dapat disembuhkan. Terapi ini sendiri merupakan pengobatan yang diperkenalkan di Jerman sejak tahun 1951, oleh Dr. Albert Wolf. Awalnya, pengobatan dengan ozon yang dikenal sebagai terapi ozon bio-oxidative ini digunakan untuk menan gani berbagai penyakit kulit. Bahkan, selama Perang Dunia I di Jerman, ozon telah digunakan untuk menangani luka dan infeksi yang disebabkan kuman anaerobic.
Dr. Mulyadi Tedjapranata, seksolog sekaligus anggota Indonesian Association for Ozone Therapy menjelaskan bahwa ozon merupakan gas yang sangat reaktif. Jika diberikan dengan cara dan dosis yang tepat, maka ozon akan melepaskan energi photon yang sangat bermanfaat untuk manusia. Bahkan tidak saja untuk berfungsi mengobati gangguan masalah seksual, namun sekalgus pencegahan penyakit berbahaya seperti tumor, kanker, HIV.
“Seiring berjalannya waktu, kegunaan ozon semakin meluas. Bahkan sejak tahun 1950, terapi konvensional sudah mulai dibantu dengan ozon untuk menangani kanker. Si tahun 1990 diperkirakan 8000 dokter, ahli naturopati dan homeopati di Jerman telah menggunakan ozon dalam praktik mereka,” terang salah satu pakar terapi ozon ini.
Berkaitan dengan masalah disfungsi ereksi, di mana seorang pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi penis untuk melakukan senggama yang memuaskan, dr. Mulyadi mengungkapkan bahwa pengobatan DE lewat terapi Ozon membutuhkan waktu selama 10 minggu dengan interval 1 minggu. ”Biasanya disertai sexual counseling meliputi sex therapy, psychosexual therapy dan marital therapy. Karena pada dasarnya banyak pria yang tidak berani dan malu mengungkapkan masalah yang mereka tengah derita”.
Proses Penyembuhan
Dr. Mulyadi mengungkapkan, proses penyembuhan dengan terapi ozone harus didukung dengan pola hidup yang sehat, dimulai dengan tidak merokok, mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang serta olahraga rutin akan memaksimalkan penyembuhan.
Pasalnya, pola hidup yang tidak sehat ditambah lagi dengan polusi udara di kota besar layaknya, Jakarta mampu menimbulkan zat beracun dan radikal bebas menumpuk dalam tubuh. Alhasil, kadar oksigen dalam darah yang diperlukan tubuhpun menjadi berkurang.
“Nah, dengan terapi ozon, molekul-molekul ozone ini setelah berikatan di dalam darah akan melepaskan energi photon untuk menyediakan rangsangan electrovoltaic yang berfungsi menyehatkan sel tubuh kita karena oksigen dalam darah dapat bertambah,” ungkapnya.
Dokter yang membuka terapi ozon di kliniknya dibilangan Kemayoran ini menjelaskan bahwa proses penyembuhan lewat terapi ozon ini sendiri sebenarnya tergantung dari penyebab gangguan seksual. Misalnya terjadi abibat fisik atau psikologik, berapa lama gangguan seksual itu telah terjadi serta jenis gangguan seksualnya.
Minimnya dampak negatif yang ditimbulkan akibat terapi ozen ini telah dibuktikan lewat laporan dari The German Medical Society yang mencantumkan dari 384.775 pasien yang telah diobati dengan ozon, dengan total 5.579.238 aplikasi, ternyata dari pengamatan mereka tingkat efek samping per aplikasinya hanya 0.0000051. “Ini merupakan tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dibanding pengobatan yang lain. Mungkin efek samping yang dirasakan hanya sebatas alergi, mual, atau rasa sakit perut,” ungkapnya. Adisty
1. MAJOR AUTOHEMOTERAPY (AHT)
Merupakan metode pemberian ozon yang telah dilakukan sejak tahun 1960-an, di mana sekitar 150 cc darah dikeluarkan dari pembuluh darah balik. Lalu segera diberi ozon dengan konsentrasi 27-40 mcg/ml. Setelah jenuh dengan ozon yang ditandai dengan perubahan warna darah, menjadi merah cerah segera di masukkan ke dalam pembuluh darah balik. Ini dilakukan 1-2 kali seminggu. Pada pasien dengan DE memerlukan terapi lebih dari 20 kali.
2. POLYATOMIC APHERESIS (PA atau Re-Circulataory Autohemo Perfusion)
Ini merupakan metode bio-oxidative terbaru dengan menggunakan poly atomic oxygen (campuran O2 O3 O4 O5) maka molekul-molekul ini setelah berikatan di dalam darah akan melepaskan energi photon untuk menyediakan rangsangan electrovoltaic yang berfungsi menyehatkan sel tubuh kita (philio-electric exchange) yang memungkinkan medical ozone dapat diberikan secara optimal dan aman ke dalam 4-6 liter darah di luar tubuh. Caranya dengan mengambil darah dari pembuluh darah balik di lengan, lalu dialirkan ke dalam tabung dialiser yang khusus untuk diberi medical ozone sesuai dengan kebutuhan, lalu di kembalikan lagi ke dalam pembuluh darah balik lengan lainnya. Dengan kecepatan aliran 90 cc per menit, maka dalam waktu satu jam dapat diterapi sejumlah 5400 cc darah .Darah yang telah mengalami bio-oxidative warnanya terlihat lebih merah cerah karena kandungan oksigennya lebih banyak. Begitu pula radikal bebas serta berbagai sampah metaboliknya telah dinetralkan .
3. VACUUM SUCTION THERAPY
Meliputi penggunaan pompa vacuum yang dipasang pada penis dan dialiri ozon dengan konsentrasi tertentu selama 15 menit